Selasa, 30 Juli 2013

KESIMPULAN STANDAR PENGENDALIAN INTERNAL

Kesimpulan

Dalam akuntansi, SPI yang berlaku dalam perusahaan/entitas merupakan faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas tersebut. Oleh karena itu dalam memberikan pendapat atas kewajaran laporan yang di auditnya, Auditor meletakkan kepercayaan atas efektivitas SPI dalam mencegah terjadinya kesalahan yang material dalam proses akuntansi.

Pengendalian intern merupakan suatu proses-yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lain entitas-yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini :

(a) keandalan pelaporan keuangan,
(b) efektivitas dan efisiensi operasi, dan
(c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Arti pentingnya SPI bagi manajemen dan auditor independen karena manajemen tidak dapat melakukan pengendalian secara langsung atau secara pribadi terhadap jalannya perusahaan. Pengecekan dan review yang melekat pada sistem pengendalian intern yang baik dapat akan pula melindungi dari kelemahan manusia dan mengurangi kekeliruan dan penyimpngan yang akan terjadi, tidak praktis bagi auditor untuk melakukan pengauditan secara menyeluruh atau secara detail untuk hampir semua transaksi perusahaan dalam waktu dan biaya terbatas.

Pemahaman auditor tentang struktur pengendalian intern yang berkaitan dengan suatu asersi adalah untuk digunakan dalam kegiatan mungkin atau tidaknya audit dilaksanakan, salah saji material yang potensial dapat terjadi, resiko deteksi, perancangan pengujian substantif.

Label:

Window Dressing of Financial Leverage - Edward Owensa and Joanna Shuang Wu b




Window Dressing


Definition :

- We define window dressing as a short-term deviation around quarter-end reporting dates of a financial variable from its quarterly average level. 

- The recent financial crisis brought into focus financial institutions’ risk-taking behavior and raised concerns about whether their end-of-quarter balance sheets are fair depictions of the risk levels during the quarter.

(Feltham and Xie, 1994). :
Window dressing is often characterized as an action taken by an agent that "improves the agent's performance measure but contributes little or nothing to the principal's gross payoff"

(e.g., Lakonishok et al., 1991; Musto, 1999; He et al., 2004; Ng and Wang, 2004). :

One stream of research documents that fund managers and institutional investors dress up their quarter-end or year-end portfolio holdings by selling losing stocks and buying winning stocks


Dechow and Shakespeare (2009) :

find that managers time securitization transactions towards the end of the quarter to increase earnings, improve efficiency ratios, and reduce leverage.


Allen and Saunders (1992) :
Find evidence of upward window dressing of bank total assets, which they attribute to managers’ incentives to inflate bank size in order to be viewed as “too-big-to-fail” and/or to enhance managerial compensation and non-pecuniary reputational benefits. (commercial bank data)


Kotomin and Winters (2006),
 on the other hand, argue that the upward window dressing of bank total assets
may be customer-driven rather than a reflection of bank discretion. ( commercial bank data)

Dichev and Skinner, 2002
Note that for firms that currently are not subject to quarterly averages disclosures (non-banks), window dressing is difficult, if not impossible, to detect, potentially giving strong incentives for such behavior. Second, leverage ratios are widely used in debt covenants and often are calculated based on reported GAAP numbers at period end

(Allen and Saunders, 1992).
It is worth noting that extant literature suggests that bank regulators and the SEC have not devoted large amounts of resources to monitor window dressing activities revealed in BHC regulatory filings, or imposed severe penalties when such activities are detected

CONCLUSION :


This study provides the first large sample evidence on the window dressing of financial leverage and the stock market’s reaction to the public release of information that can be used to infer such window dressing. We find evidence of significant downward window dressing of repo and federal funds liability accounts by public bank holding companies, which results in understatements of quarter-end financial leverage that appear material in a substantial fraction of firm-quarter observations, particularly among the largest bank holding companies. We also document a general upward shift of the window dressing measure during the financial crisis of 2007-2009, possibly due to the seize-up of large fractions of the repo market during the crisis, limiting access to this tool for window dressing. We also observe much subdued window dressing activity in the last couple of quarters of the sample, which may be due to heightened media and regulatory attention in recent month curbing such behavior.


We further find that firms with higher financial leverage in the previous quarter havemore repo and federal funds liabilities in the makeup of their total liabilities and are more likely to engage in downward window dressing in these accounts. In addition, we find that firms with more independent boards of directors have less downward window dressing, suggesting strong governance serves to curb such behavior. Finally, we show that the stock market reactsnegatively to information indicating greater downward window dressing in repo and federal funds accounts, consistent with the negative risk implications of such window dressing.

The potential implications of our findings go beyond bank holding companies and the financial industry. For firms that currently are not subject to quarterly averages disclosures (nonbanks), window dressing is difficult, if not impossible, to detect, potentially giving strong incentives for such behavior. These results speak to the new SEC proposed “Short-Term Borrowing Disclosure” rule. In particular, our market tests suggest that investors of firms thatare not currently subject to quarterly average disclosure requirements will likely find the new disclosure under the proposed rule useful. On the other hand, the findings also show that investors are able to extract information from the Y-9C reports presently filed by BHCs, thus the new SEC requirements may not be as incrementally beneficial in their application to banks.



Nara Sumber :

Window Dressing of Financial Leverage .
Edward Owensa and Joanna Shuang Wu b
William E. Simon Graduate School of Business Administration, University of Rochester,
Rochester, NY 14627, United States.







Label: ,

Fraudulance - Window Dressing

A. Definisi :
1. Sebuah strategi yang digunakan oleh para manajer dana dan portofolio reksa dekat tahun atau akhir kuartal untuk memperbaiki penampilan kinerja portofolio / dana sebelum presentasi ke klien atau pemegang saham. Untuk itu, pengelola dana akan menjual saham dengan kerugian besar dan membeli saham terbang tinggi di dekat akhir kuartal. Efek ini kemudian dilaporkan sebagai bagian dari kepemilikan dana tersebut.

2.Kinerja laporan dan daftar kepemilikan dalam reksa dana biasanya dikirim ke klien setiap kuartal. Variasi lain dari window dressing adalah investasi dalam saham yang tidak memenuhi gaya reksa dana. Sebagai contoh, dana logam mulia mungkin berinvestasi dalam saham yang berada dalam sektor panas pada saat itu, kepemilikan menyamarkan dana tersebut, sehingga klien benar-benar tidak tahu apa yang mereka bayar.Window dressing dapat membuat pendanaan tampil lebih menarik, tetapi Anda tidak dapat menyembunyikan kinerja yang buruk untuk waktu yang lama.

3.Menurut Connie Gulielmo -Sebuah cara untuk memperbaiki penampilan atau menciptakan kesan yang palsu menguntungkan: "penataan kembali ini ... mungkin ganti jendela yang lebih dari satu perubahan substantif dalam cara perusahaan melakukan bisnis" 

4.Window dressing biasanya diartikan sebagai Kondisi di mana harga cenderung menguat Saham Akan menjelang penutupan Akhir Tahun. Umumnya kenaikan tersebut terjadi pada bulan Desember. Momen ini dapat dimanfaatkan bagi investor yang mengambil keuntungan untuk Jangka pendek karena diperkirakan harga Saham Akan Naik pada bulan tersebut

5.Aktivitas perdagangan menjelang akhir seperempat atau tahun fiskal yang dirancang untuk meningkatkan penampilan dari portofolio yang akan dipresentasikan kepada klien atau pemegang saham.

6.Tindakan atau praktik membeli dan menjual sekuritas pada portofolio segera sebelum laporan adalah karena untuk membuat portofolio terlihat lebih menguntungkan atau tidak sehat dari yang telah terjadi.

7.Penyesuaian dibuat untuk portofolio atau pernyataan keuangan untuk membuat penampilan palsu. 

B. Fraudulance di dalam Window Dressing
Fraud:
1. Praktek menipu beberapa reksa dana, di mana saham baru yang dijual lemah dan baru-baru saham yang kuat yang dibeli sebelum kepemilikan dana yang dibuat publik, dalam rangka untuk memberikan kesan bahwa mereka telah memegang saham yang baik selama ini.



2. Praktek penipuan menggunakan trik akuntansi untuk membuat neraca perusahaan dan laporan laba rugi tampak lebih baik dari yang sebenarnya


C. Penyebab Window Dressing

Penyebab terjadinya window dressing berasal Dari beberapa Hal,
-Manajemen kinerja perusahaan secara signifikan menggenjot pada Akhir Tahun sehingga perusahaan mencatat Laba di Atas ekspektasi,
-Positifnya data-data yang menjelang Ekonomi Akhir Tahun, hingga Pola Anomali pasar Saham yang secara historis sering terulang murah menjadi Sebuah kebiasaan. 
-Spekulasi pada kinerja emiten Dari (perusahaan tercatat di sahamnya Yang bursa) di Akhir Tahun ini diperkirakan Yang Lebih Baik dibanding Tahun sebelumnya.
-  Positifnya data-data yang menjelang Ekonomi Akhir Tahun, hingga Pola Anomali pasar Saham Yang secara historis SERING terulang murah menjadi Sebuah kebiasaan.
- Usaha Dari alinea emiten Manajer Investasi murah Yang Ingin mempercantik kinerjanya selama setahun Penuh. 
- Faktor ramalan (kebiasaan Umum Yang Selalu dipercaya terjadi) pun juga menambah kuatnya Peluang window dressing di Akhir Tahun

Di dalam Reksa Dana


- Manajer Investasi karena berusaha mendongkrak kinerja Reksa Dana Yang dikelolanya pada Akhir Tahun sehingga kinerja secara keseluruhan terlihat bagus di mata investor nya.

D. Fenomena window dressing yaitu:

 1.       IHSG kembali membukukan Yang positif pada bulan Desember
2.     Kembali tersebut minimal sama atau Lebih gede dibandingkan rata-rata DENGAN kembali Bulanan pada Tahun Yang sama
3.   Definisi windo dressing secara Umum adalah semata-mata kembali positif pada bulan Desember lembut dan sehat



narasumber : Artikel,Jurnal window dressing etc etc

Label: ,

PEMANTAUAN MONITORING




Pemantauan (Monitoring)
             Adalah : proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang
             waktu
àMencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi
àAktivitas pemantauan dapat mencakup penggunaan informasi dan komunikasi dengan pihak luar seperti keluhan customer dan komentar dari badan pengatur
Hubungan Pengendalian Intern Dengan Ruang Lingkup (Scope) Pemeriksaan
         Pengendalain intern lemah (tidak berjalan dengan efektif ) :
§  Kemungkinan terjadinya kesalahan, ketidakakuratan dan kecurangan yang besar
§  Resiko yang dihadapi auditor juga besar (risiko untuk memberikan opini tidak sesuai dengan kenyataan) karena auditor kurang hati-hati dan tidak cukup bukti yang mendukung pendapatnya
§  Auditor harus memperluas scope pemeriksaan pada waktu melakukan substantive test (misal : jumlah konfirmasi piutang yang dikirimkan harus lebih banyak, pada saat observasi dan stock opname harus melakukan test perhitungan phisik persediaan yang lebih banyak)
         Pengendalain intern berjalan efektif :
§  Scope pemeriksaan pada saat substantive test dipersempit

Pemahaman dan Evaluasi atas Pengendalian Intern

         Pemahaman komponen pengendalian intern à didokumentasikan untuk merencanakan audit
         Bentuk dan isi dokumentasi à tergantung ukuran,kompleksitas, sifat pengendalian intern entitas
         Semakin kompleks pengendalian intern dan luas prosedur yang dilaksanakan à semakin luas dokumentasi pemahaman pengendalian intern
         Baik buruknya pengendalian intern berpengaruh pada :
§  Keamanan harta kekayaan perusahaan
§  Dapat dipercayai atau tidaknya laporan keuangan perusahaan
§  Lama atau cepatnya proses pemeriksaan akuntan
§  Tinggi rendahnya audit fee
§  Jenis opini dari akuntan publik
         Cara melakukan pemahaman dan evaluasi pengendalian intern :
            1. Internal Control Questionnaires
            2. Flow Chart
            3. Narrative

         Cara melakukan pemahaman dan evaluasi pengendalian intern

1. Internal Control Questionnaires (ICQ)
    • Sederhana dan Praktis à banyak digunakan KAP
    • 1 set ICQ standarà jawaban Ya (ciri internal control yang baik), Tidak (internal control yang lemah) dan TR (pertanyaan tidak relevan dengan perusahaan)
    • Auditor menanyakan langsung kepada staf klien dan mengisi sendiri jawabannya
    • Untuk repeat engagement (penugasan berikutnya) ICQ harus yang terbaru
    • Kecenderungan klien memberikan jawaban yang baik-baik à Auditor harus melakukan Compliance Test (menilai efektifitas pengendalian intern klien)

    • Dikekompokkan menjadi  :
ú  Umum à struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggung jawab, akte pendirian, keadaan perusahaan secara umum
ú  Akuntansi à proses pembukuan manual/computerized, jumlah dan kualifikasi pegawai akuntansi
ú  Siklus Penjualan-Piutang-Penerimaan Kas à sistem dan prosedur siklus penjualan tunai/kredit, piutang dan penerimaan kas
ú  Siklus Pembelian-Utang-Pengeluaran Kas à sistem dan prosedur siklus penjualan tunai/kredit, utang dan pengeluaran kas
ú  Persediaan à sistem dan prosedur penyimpanan dan pengawasan phisik persediaan, sistem pencatatan dan metode penilaian persediaan dan stock opname
ú  Surat Berharga (securities) à otoisasi pembelian dan penjualan surat berharga
ú  Aktiva Tetap à sistem dan prosedur penambahan dan pengurangan aktiva tetap, pencatatan dan penilaian aktiva tetap
ú  Gaji dan Upah à kebijakan personalia, sistem dan prosedur pembayran gaji dan upah

2. Flow Chart (bagan arus)
    • Menggambarkan arus dokumen dalam sistem dan prosedur akuntansi
    • Setelah flow chart à walk through (mengambil dua atau tiga dokumen untuk mentest apakah prosedur yang dijalankan sesuai dengan apa yang digambarkan dalam flow chart)
    • Contoh flow chart prosedur pembelian, utang dan pengeluaran kas 
3. Narrative
    • Auditor menceritakan dalam bentuk memo, sistem dan prosedur akuntansi
    • Biasa digunakan pada klien kecil dengan pembukun yang sederhana
Keterbatasan Pengendalian Intern Entitas
         Pengendalian intern à hanya memberi keyakinan memadai bagi manajemen dan dewan komisaris berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian intern entitas
         Keterbatasan bawaan yang melekat dalam pengendalian intern :
ú  Pertimbangan manusia dalam pengambilan keputusan dapat salah
ú  Pengendalian intern dapat rusak karena kekeliruan dan kesalahan
ú  Pengendalian tidak efektif karena adanya kolusi
ú  Manajemen mengesampingkan pengendalian intern
ú  Biaya pengendalian intern entitas tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan
Keterbatasan Pengendalian Intern Entitas
         Pengendalian intern à hanya memberi keyakinan memadai bagi manajemen dan dewan komisaris berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian intern entitas
         Keterbatasan bawaan yang melekat dalam pengendalian intern :
ú  Pertimbangan manusia dalam pengambilan keputusan dapat salah
ú  Pengendalian intern dapat rusak karena kekeliruan dan kesalahan
ú  Pengendalian tidak efektif karena adanya kolusi
ú  Manajemen mengesampingkan pengendalian intern
Biaya pengendalian intern entitas tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan 

Label:

INFORMASI DAN KOMUNIKASI




Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
            Adalah : pengidentifikasian,penangkapan dan pertukaran  informasi dalam
                   suatu bentuk dan waktu yangmemungkinkan orang melaksanakan
                   tanggung jawab mereka
à Ditekankan pada kualitas sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan (meliputi sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatan untuk mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan transaksi entitas dan untuk akuntabilitas aktiva, utang dan ekuitas)
à Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman tentang peran dan tanggungjawab individual berkaitan dengan pengendalian intern terhadap laporan keuangan
à Pemahaman auditor tentang sistem informasi yang relevan dengan laporan keuangan :
            1. Golongan transaksi yang signifikan
            2. Bagaimana transaksi tersebut dimulai
            3. Catatan akuntansi, informasi pendukung,dan akun  tertentu dalam pengolahan
        dan pelaporan transaksi
            4. Pengolahan akuntansi sejak saat transaksi dimulai sampai dengan dimasukan
         kedalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik yang digunakan untuk
         mengirim, memproses, memelihara dan mengakses informasi

Label: ,

AKTIVITAS PENGENDALIAN




Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
Adalah : kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas, sudah dilaksanakan
        à Harus relevan dengan kebijakan dan prosedur:
      1. Review terhadap kinerja
      2. Pengolahan informasi
      3. Pengendalian fisik
      4. Pemisahan tugas

Label:

PENGENDALIAN UMUM



Pengendalian Umum

Pengendalian umum merupakan standart dan panduan yang digunakan oleh karyawan untuk melakukan fungsinya. Unsur pengendalian umum ini meliputi : Organisasi, prosedur dan standar untuk perubahan program, pengembangan sistem dan pengoperasian fasilitas pengolahan data.

Organisasi

Dalam manual sistem, pengendalian dilaksanakan dengan memisahkan fungsi fungsi pokok (operasi, penyimpanan dan akuntansi). Suatu transaksi akan dilaksanakan oleh fungsi operasi jika ada otorisasi dari yang berwenang, hasil transaksi akan disimpan oleh fungsi penyimpanan, dan transaksi yang terjadi akan dicatat oleh fungsi akuntansi.

            Dalam sistem komputer, fungsi pokok tersebut seringkali digabung dalam wujud program komputer, sehingga penggabungan ketiga fungsi tersebut memerlukan metode pengendalian yang khusus.

            Contoh, dalam sistem manual persediaan barang, pemisahan dilakukan dalam fungsi operasi (pembelian) dan fungsi penyimpanan (gudang) dengan fungsi akuntansi (pencatatan persediaan) sehingga pada akhir periode dapat dilakukan pengecekkan silang antar fungsi untuk mengetahui jumlah sisa persediaan. Dalam sistem komputer, program komputer dirancang untuk membuat keputusan kapan persediaan harus dipesan, dan sekaligus dapat menerbitkan dokumen Pesanan Pembelian.Jika barang sudah diterima, maka komputer melakukan pencatatan terhadap barang yang diterima dan membuat dokumen laporan penerimaan barang.

            Untuk menciptakan sistem pengendalian intern dalam lingkungan PDE, maka perlu diadakan pemisahan fungsi-fungsi berikut :

a.         Fungsi perancangan sistem dan penyusunan program.

b.         Fungsi operasi fasilitas pengolahan data.

c.         Fungsi penyimpanan program dan kepustakaan.

 

Pemisahan tesebut dilakukan dengan tujuan :

a.             Pemisahan ini akan menciptakan cross check terhadap ketelitian dan kewajaran terhadap perubahan yang dimasukkan kedalam sistem.

b.             Untuk mencegah seseorang yang tidak berhak untuk mengakses komputer.

c.             Untuk mendorong efisiensi karena adanya spesialisasi.

 

Pengendalian terhadap sistem dan program

Pengendalian umum yang bersangkutan terhadap sistem dan program meliputi :

a.         Prosedur penelaahan dan pengesahan sistem baru.

b.         Prosedur pengujian program.

c.         Prosedur pengubahan program.

d.        Dokumentasi.

 

Pengendalian terhadap fasilitas pengolahan data

Fasilitas pengolahan data meliputi empat bidang utama :

a.         Operasi konversi data.

b.         Operasi Komputer.

c.         Perpustakaan.

d.        Fungsi Pengendalian.     


Kegiatan konversi data terdiri dari pengubahan data dari dokumen sumber kedalam bentuk yang dapat dibaca komputer baik dengan metode batch maupun online processing.

Pengendalian terhadap operasi komputer meliputi :

Akses ruangan komputer yang terbatas, pembuatan instruksi yang jelas mengenai perubahan data dokumen sumber jadi machine-readable form, password yang digunakan untuk mengatur penggunaan komputer.

Pengendalian terhadap arsip data dan program yang disimpan harus dilakukan oleh karyawan perpustakaan dalam tempat yang terlindung dengan baik, meliputi : prosedur dalam penyimpanan, penjagaan keamanan fisik terhadap arsip komputer, prosedur pembuatan backup, pengendalian terhadap penggunaan arsip yang disimpan dalam perpustakaan.

Label:

PROSEDUR PENGENDALIAN

Prosedur Pengendalian

Prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan aturan mengenai kelakuan karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan pengendalian manajemen dapat tercapai.

Secara umum prosedur pengendalian yang baik terdiri dari :

1.           Penggunaan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan atau transaksi.

2.           Pembagian tugas.

3.           Pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai.

4.           Keamanan yang memadai terhadap aset dan catatan.

5.           Pengecekan independen terhadap kinerja.

 

Penggunaan Wewenang Secara Tepat

Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. Dengan adanya pembagian wewenang ini akan mempermudah jika akan dilakukan audit trail, karena otorisasi membatasi aktivitas transaksi hanya pada orang-orang yang terpilih. Otorisasi mencegah terjadinya penyelewengan transaksi kepada orang lain.

 

Pembagian Tugas

Pembagian tugas memisahkan fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi (pencatatan). Dan suatu fungsi tidak boleh melaksanakan semua tahap suatu transaksi.

Dengan pemisahakn fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi pencatatan, catatan akuntansi yang disiapkan dapat mencerminkan transaksi yang sesungguhnya terjadi pada fungsi operasi dan fungsi penyimpanan. Jika semua fungsi disatukan, akan membuka kemungkinan terjadinya pencatatan transaksi yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat dipercaya kebenarannya, dan sebagai akibatnya kekayaan organisasi tidak terjamin keamanannya.

Dokumen dan Catatan yang Memadai.

Prosedur harus mencakup perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai. Selanjutnya dokumen dan catatan yang memadai akan menghasilkan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, pendapatan dan biaya suatu organisasi.(biasanya dilakukan berdampingan dengan penggunaan wewenang secara tepat)

Keamanan yang memadai Terhadap aset dan catatan.

Keamanan yang memadai meliputi pembatasan akses ke tempat penyimpanan aset dan catatan perusahaan untuk menghindari terjadinya pencurian aset dan data/informasi perusahaan.

Pengecekan independen terhadap kinerja

Semua catatan mengenai aktiva yang ada harus dibandingkan (dicek) secara periodik dengan aktiva yang ada secara fisik. Pengecekkan inni harus dilakukan oleh suatu unit organisasi yang independen (selain unit fungsi penyimpanan, unit fungsi operasi dan unit fungsi pencatatan) untuk menjaga objektivitas pemeriksaan.

Label:

LINGKUNGAN PENGENDALIAN

Lingkungan Pengendalian

            Lingkungan Pengendalian dari suatu organisasi menekankan pada berbagai macam faktor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian.


Filosofi dan Gaya Operasional Manajemen

Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya.(menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan  dan yang tidak dikerjakan)

Gaya Operasional mencerminkan ide manajer tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan (Filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi manajemen)

Struktur Organisasi Salah satu elemen kunci dalam lingkungan pengendalian adalah struktur organisasi. Struktur Organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam suatu perusahaan. (Desentralisasi maupun sentralisasi

Dewan Komisaris Dan Audit Komite
Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang saham dengan pihak manajemen perusahaan. Pemegang saham mempercayakan pengendalian atas manajemen melalui dewan komisaris. (jadi semuanya tergantung dari dewan komisaris)

Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian operasional perusahaan.

Metode Pendelegasian Wewenang Dan Tanggung Jawab
Metode pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mempunyai pengaruh yang penting dalam lingkungan pengendalian. Biasanya metode ini tercermin dalam suatu bagan organisasi.

Metode Pengendalian Manajemen
Lingkungan pengendalian juga dipengaruhi oleh metode pengendalian manajemen. Metode ini meliputi pengawasan yang efektif (melalui peranggaran), laporan pertanggung jawaban dan audit internal.

Kebijakkan dan praktik kepegawaian
Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan, evaluasi, penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam meminimumkan resiko

 Pengaruh Ekstern
Organisasi harus mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun pihak yang mempunyai juridiksi atas organisasi. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pengendalian intern perusahaan.


Sistem Akuntansi 

Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan saja, tetapi juga menghasilkan pengendalian manajemen. 


Label:

PENAKSIRAN RESIKO/RISK ASSESMENT



Penaksiran Resiko (Risk Assessment)
Adalah : identifikasi entitas dan analisis terhadap resiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana resiko harus dikelola

Relevan dengan pelaporan keuangan, yang mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan.

Keadaan yang menimbulkan resiko :
            1. Perubahan dalam lingkungan operasi
            2. Personel baru
            3. Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki
            4. Teknologi baru
            5. Lini produk, produk atau aktivitas baru
            6. Restrukturisasi korporasi
            7. Operasi luar negeri
            8. Standar akuntansi baru

Label:

ELEMEN DAN KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL



Elemen Pengendalian Internal
1.Lingkungan Pengendalian
2.Sistem Akuntansi
3.Prosedur Pengendalian

Komponen Pengendalian Intern
(AICPA Profesional Standard)
  1. Lingkungan Pengendalian (control environment)
            Adalah : menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian                       orang-orangnya.
à Merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
à Terdiri dari :
            1. Integritas dan nilai etika
            2. Komitmen terhadap kompetensi
            3. Partisipasi dewan komisaris dan komite udit
            4. Struktur organisasi
            5. Pemberian wewenang dan tanggungjawab
            6. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

Label: ,

TUJUAN PENGENDALIAN INTERNAL

Tujuan adanya pengendalian intern :
1.         Menjaga kekayaan organisasi.
2.         Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3.         Mendorong efisiensi.
4.         Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian intern dapat dibagi menjadi dua yaitu Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).
Pengendalian Intern Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi  dan tanggung jawab antar unit organisasi.
Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi)
Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan. 

Label:

PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERNAL

PENGENDALIAN INTERN
Sistem Pengendalian Intern
Suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan. 

Istilah resmi dari IAI mulai tahun 2001 (sebelumnya : Sistem Pengendalian Intern, Sistem Pengawasan Intern, Struktur Pengendalian Intern)

 Berdasarkan Standar Pekerjaan Lapangan yang Kedua (IAI, 2001:150.1) “Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang dilakukan”

Pengertian Pengendalian Intern

1. IAI (2001:319.2) :
à“suatu proses yang dijalankan oleh Dewan Komisaris, Manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini :
(a) keandalan pelaporan keuangan,
(b) efektifitas dan efisiensi operasi dan
(c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku”

2. Konrath (2002:205) :

”The process effected by an entity’s board of directors, management and other personnel designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories :
    • Operations controls – relating to the effective and efficient use of the entity’s resources
    • Financial reporting controls – relating to the preparation of reliable published financial statement Compliance controls – relating to the entity’s compliance with applicable laws and regulations.

Label: