Fraudulance - Window Dressing
A. Definisi :
1. Sebuah strategi yang digunakan oleh para manajer dana dan portofolio reksa dekat tahun atau akhir kuartal untuk memperbaiki penampilan kinerja portofolio / dana sebelum presentasi ke klien atau pemegang saham. Untuk itu, pengelola dana akan menjual saham dengan kerugian besar dan membeli saham terbang tinggi di dekat akhir kuartal. Efek ini kemudian dilaporkan sebagai bagian dari kepemilikan dana tersebut.
2.Kinerja laporan dan daftar kepemilikan dalam reksa dana biasanya dikirim ke klien setiap kuartal. Variasi lain dari window dressing adalah investasi dalam saham yang tidak memenuhi gaya reksa dana. Sebagai contoh, dana logam mulia mungkin berinvestasi dalam saham yang berada dalam sektor panas pada saat itu, kepemilikan menyamarkan dana tersebut, sehingga klien benar-benar tidak tahu apa yang mereka bayar.Window dressing dapat membuat pendanaan tampil lebih menarik, tetapi Anda tidak dapat menyembunyikan kinerja yang buruk untuk waktu yang lama.
3.Menurut Connie Gulielmo -Sebuah cara untuk memperbaiki penampilan atau menciptakan kesan yang palsu menguntungkan: "penataan kembali ini ... mungkin ganti jendela yang lebih dari satu perubahan substantif dalam cara perusahaan melakukan bisnis"
4.Window dressing biasanya diartikan sebagai Kondisi di mana harga cenderung menguat Saham Akan menjelang penutupan Akhir Tahun. Umumnya kenaikan tersebut terjadi pada bulan Desember. Momen ini dapat dimanfaatkan bagi investor yang mengambil keuntungan untuk Jangka pendek karena diperkirakan harga Saham Akan Naik pada bulan tersebut
5.Aktivitas perdagangan menjelang akhir seperempat atau tahun fiskal yang dirancang untuk meningkatkan penampilan dari portofolio yang akan dipresentasikan kepada klien atau pemegang saham.
6.Tindakan atau praktik membeli dan menjual sekuritas pada portofolio segera sebelum laporan adalah karena untuk membuat portofolio terlihat lebih menguntungkan atau tidak sehat dari yang telah terjadi.
7.Penyesuaian dibuat untuk portofolio atau pernyataan keuangan untuk membuat penampilan palsu.
B. Fraudulance di dalam Window Dressing
Fraud:
1. Praktek menipu beberapa reksa dana, di mana saham baru yang dijual lemah dan baru-baru saham yang kuat yang dibeli sebelum kepemilikan dana yang dibuat publik, dalam rangka untuk memberikan kesan bahwa mereka telah memegang saham yang baik selama ini.
2. Praktek penipuan menggunakan trik akuntansi untuk membuat neraca perusahaan dan laporan laba rugi tampak lebih baik dari yang sebenarnya
C. Penyebab Window Dressing
Penyebab terjadinya window dressing berasal Dari beberapa Hal,
-Manajemen kinerja perusahaan secara signifikan menggenjot pada Akhir Tahun sehingga perusahaan mencatat Laba di Atas ekspektasi,
-Positifnya data-data yang menjelang Ekonomi Akhir Tahun, hingga Pola Anomali pasar Saham yang secara historis sering terulang murah menjadi Sebuah kebiasaan.
-Spekulasi pada kinerja emiten Dari (perusahaan tercatat di sahamnya Yang bursa) di Akhir Tahun ini diperkirakan Yang Lebih Baik dibanding Tahun sebelumnya.
- Positifnya data-data yang menjelang Ekonomi Akhir Tahun, hingga Pola Anomali pasar Saham Yang secara historis SERING terulang murah menjadi Sebuah kebiasaan.
- Usaha Dari alinea emiten Manajer Investasi murah Yang Ingin mempercantik kinerjanya selama setahun Penuh.
- Faktor ramalan (kebiasaan Umum Yang Selalu dipercaya terjadi) pun juga menambah kuatnya Peluang window dressing di Akhir Tahun
Di dalam Reksa Dana
- Manajer Investasi karena berusaha mendongkrak kinerja Reksa Dana Yang dikelolanya pada Akhir Tahun sehingga kinerja secara keseluruhan terlihat bagus di mata investor nya.
D. Fenomena window dressing yaitu:
2. Kembali tersebut minimal sama atau Lebih gede dibandingkan rata-rata DENGAN kembali Bulanan pada Tahun Yang sama
3. Definisi windo dressing secara Umum adalah semata-mata kembali positif pada bulan Desember lembut dan sehat.
narasumber : Artikel,Jurnal window dressing etc etc
Label: FRAUD, WINDOW DRESSING


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda